Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh

Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh - Apakah sahabat sedang mencari informasi tentang Berita Pagi Satu ?, Nah isi dalam Artikel ini disusun agar pembaca dapat memperluas pegetahuan tentang Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan referensi dari semua pembahasan untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kecantikan, Artikel Kesehatan, Artikel Makanan, Artikel Mitos, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami suguhkan ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh
link : Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh

Baca juga


Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh

Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan WisataAkuIslam.ID - Berawal dari keprihatinan terhadap angka kemiskinan di desa kota kelahirannya, Nganjuk, Siti Nur Imamah (42) berinisiatif untuk menggerakkan perekonomian rakyat. Warga pun diberi edukasi tentang keterampilan untuk berbisnis melalui sekolah rakyat yang ia bangun. Semuanya ia rintis dan diberikan warga secara gratis. Subhanallah.

Siti Nur Imamah

Siti Nur Imamah sama sekali tidak memiliki background pendidikan administrasi publik. Bahkan ketika masih menimba ilmu di Universitas ia mengambil jurusan Fisika. Baginya berkecimbung dengan dunia sosial dan masyarakat dunia sosial dan masyarakat adalah hal baru.

Sejak kembali ke daerah kelahirannya yakni Nganjuk, ia prihatin dengan tingkat kemiskinan yang ada di desa-desa. Lalu ia berinisiatif untuk membangun desa dan meningkatkan perekonomian warga.

"Masyarakat yang miskin itu kan identik tinggal di desa. Mengapa seperti ini, karena pendidikan yang kurang. Sehingga ketika ada lowongan pekerjaan, warga tidak bisa masuk. Lalu akhirnya menjadi buruh dan pekerja kasar lainnya," katanya mengawali cerita.

Akhirnya perempuan yang lahir pada tanggal 16 Desember ini mulai berpikir bagaimana caranya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa.

Tentu diawali dengan edukasi ke masyarakat, dilanjutkan dengan memberikan keterampilan dan menyediakan pasar untuk menjual dan mempromosikan hasil dari kerajinan masyarakat.

"Pertama memang harus mengedukasi masyarakat dulu, lalu mengajari ketrampilan, memanfaatkan potensi alam dan cara memasarkannya. Dengan cara ini maka sirkulasi ekonomi akan bergerak. Lalu saya kepikiran untuk mendirikan sekolah rakyat. Sekolah gratis untuk rakyat, bukan hanya soal membaca dan menulis. Tapi sekolah untuk mendidik masyarakat agar menggerakkan roda perekonomian dan mandiri," jelasnya.

SEMPAT DITOLAK

Gagasan yang brilian ini tidak serta merta mendapat dukungan. Bahkan awal memberikan nama sekolah rakyat sudah mendapatkan penolakan dari pihak-pihak tertentu. Karena nama sekolah rakyat dianggap masih berhubungan dengan zaman penjajahan. Tidak akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

"Sempat ditolak dulu ketika saya akan menggagas Sekolah Rakyat. Istilah Sekolah Rakyat ini identik dengan zaman kolonial dan dianggap tidak akan berhasil. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah berkembang ke-3 desa," ucapanya syukur.

Siti dibantu dengan 3 temannya tetap membentuk sekolah rakyat ini. Proyek pertama ada di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, Nganjuk. Masyarakat mendapatkan edukasi tentang mengembangkan potensi desa yang ada. Sekolah Rakyat ini lebih mirip dengan diskusi masyarakat yang bisa dilaksanakan dimana saja. Karena tidak terpatok dengan tempat.

"Namanya saja sekolah rakyat, jadi bangunan kami lebih mirip gubuk. Tapi kami sering diskusi di bawah pohon, di dekat lapangan karena lebih nyaman. Apa yang kami diskusikan ini akan dipraktekkan langsung oleh warga. Lalu ada evaluasinya, Alhamdulillah cara ini berhasil," katanya dengan nada senang.

CIPTAKAN DESA WISATA

Desa Miskin

Sekitar 6 bulan, Siti dan ketiga temannya berhasil menjadikan Desa Margopatut sebagai desa wisata. Sekarang ia menangani Desa Keweden, Kecamatan Ngentos, Nganjuk. Kini ia juga dibantu oleh 8 relawan yang ahli di bidang masing-masing.

Ada yang ahli di bidang pertanian, sehingga memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang bertani dan menanam padi tanpa menggunakan pestisida. Kemudian ada relawan yang ahli dalam bidang keterampilan dan kuliner.

Semuanya dijadikan satu untuk membangun masyarakat desa yang lebih mandiri dan tidak bergantung dengan pekerjaan dari kota.

"Mengenai modal warga mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah atau donator. Mereka iuran setiap harinya dan dikumpulkan. Itulah yang menjadi modal awal warga. Lalu memaksimalkan potensi untuk desa wisata. Mereka akan mengolah apa yang didapatkan untuk menggerakkan roda perekonomian warga," tutur Perempuan yang juga pegawai Kementrian Agama.

Setelah berhasil mengembangkan Desa Margopatut dan Keweden. Kini ada 3 desa lagi yang menunggu gagasan dari sekolah rakyat. Siti berharap langkah kecilnya ini bisa menguatkan desa dan membangun Indonesia. Ia juga ingin mindset masyarakat berubah, bahwa pekerjaan tidak hanya bisa didapatkan di kota. Tapi pekerjaan bisa diciptakan dari desa.

"Sekolah Rakyat ini usianya 2 tahun. Tepatnya 9 Juni 2016 tahun lalu didirikan. Harapan saya, ya semoga semakin berkembang dan bisa menguatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya.

from Aku Islam I Berbagi Kebaikan Untuk Sesama https://ift.tt/2F7oDTX
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/

from Berita Unik dan Aneh https://ift.tt/2HmasAn


Demikianlah Artikel Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh

Sekianlah artikel Siti, Ciptakan Desa Miskin Menjadi Tujuan Wisata - Berita Unik dan Aneh kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan artikel ini.

Subscribe to receive free email updates: